Organisasi harus:
menentukan isu internal dan eksternal yang relevan serta berpengaruh terhadap kemampuan organisasi dalam mencapai hasil yang diharapkan dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Sebagai dasar mengembangkan sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan diperlukan pemahaman mendalam mengenai profil perusahaan. Pertimbangkan hal-hal mendasar seperti: aktivitas bisnis, lokasi operasional, pihak-pihak yang berisiko mengalami cedera, serta mekanisme kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.
Selain itu, identifikasi juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan atau justru mengurangi kinerja K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Faktor-faktor ini dapat berasal dari internal (seperti perubahan proses bisnis, budaya K3, kompetensi SDM, sarana dan prasarana) maupun eksternal (seperti peraturan perundangan K3).